MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIK MELALUI PENDEKATAN METAKOGNITIF

Nanang Nanang

Abstract


Abstrak :
Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan dan membandingkan kemampuan pemecahan masalah matematik pada kelompok siswa yang pembelajarannya menerapkan pendekatan metakognitif (PM) dan pendekatan konvensional (PK). Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematik. Analisis data dilakukan dengan uji gain ternormalisasi dan uji perbedaan dua rata-rata. Hasil utama dari penelitian ini adalah secara keseluruhan siswa yang pembelajarannya dengan PM (kelompok eksperimen) peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematiknya termasuk tinggi dan secara signifikan lebih baik dibandingkan dengan siswa yang pembelajarannya dengan PK (kelompok kontrol).

Kata Kunci: Pemecahan masalah, matematik, metakognitif.

Keywords


Mathematics Education

Full Text:

PDF

References


Badan Standar Nasional Pendidikan (2006). Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Matematika SMA/MA. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Biryukov, P. (2003). Metacognitive Aspects of Solving Combinatorics Problems. Berr-Sheva: Kaye College of Education.

El-Emam, Y.A. (1999). The Effectiveness of an Instructional Program for Promoting Prospective Mathematics Teachers’ Use of Metacognitive Strategies in Problem Solving. . [Online]. Tersedia: http://www.math uspin.lt/~qrwin/EELE Man 163-172.pdf. [12 Mei 2005].

Herman, T. (2007). Pembelajaran Matematika Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Siswa SMP. Prosiding Seminar Nasional Matematika. 108 – 114. Bandung: UPI.

Kantowski, M.G. (1981). “Problem Solving”. Mathematics Education Research: Implications for the 80’s. Virginia: NCTM.

Krulik, S. dan Reys, R.E. (1980). Problem Solving in School Mathematics. Virginia: NCTM.

Matlin, MW. (1994). Cognition (third edition). New York: Harcourt Brace Publishers.

Meltzer, D.E. (2002). Addendum to: The Relationship between Mathematics Preparation and Conceptual Learning Gain in Physics: A Possible “Hidden Variable” in Diagnostics Pretest Scores. [Online]. Tersedia: http://www. physics.iastate.edu. [9 Oktober 2009].

Muin, A. (2005). Pendekatan Metakognitif untuk Meningkatkan Kemampuan Matematika Siswa SMA. Tesis pada SPS UPI: Tidak diterbitkan.

NCTM (2000). Principles and Standard for School Mathematics. Reston, VA: NCTM.

Ruseffendi E.T. (1994). Dasar-Dasar Penelitian Pendidikan dan Bidang Non-Eksakta Lainnya. Semarang: IKIP Semarang Press.

Schoenfeld, AH. (1992). „Learning to Think Mathematically: Problem Solving, Metacognition, and Sense Making in Mathematics”. Handbook of Research on Mathematics Teaching and Learning. New York: Macmillan Publishing Company.

Silver, E.A. (1997). Fostering Creativity through Instruction Rich in Mathematical Problem Solving and Problem Posing. [Online]. Tersedia:http://66.102.7.104/ search?q=cache:Fw8Lg-xQoFwJ:www.fiz-karlsruhe.de/fiz. [ Oktober 2007].

Suherman, E. dkk. (2001). Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung: JICA, FPMIPA UPI.

Sumarmo, U. (1987). Kemampuan Pemahaman dan Penalaran Matematika Siswa SMA Dikaitkan dengan Kemampuan Penalaran Logik Siswa dan Beberapa Unsur Proses Belajar-Mengajar. Disertasi Doktor pada FPS IKIP Bandung: tidak diterbitkan.

Wahyudin (1999). Kemampuan Guru Matematika, Calon Guru Matematika, dan Siswa dalam Mata Pelajaran Matematika. Disertasi. PPS. UPI: Tidak diterbitkan.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.